Imrizal Pratama menguntukkan ini buat Mutiya Ramadani
Kasih, awal dari semua petualangan adalah harapan
Yang membuat mentari buka mata tanpa dibangunkan
Yang membuat udara pagi begitu sejuk melintasi kerongkongan
Harapan, ialah nafas yang menjaga kehidupan
Di sepanjang jalan yang ditempuh
Adalah turunan bagi yang letih mengayuh
Harapan, ialah hujan yang dinantikan dedaunan
Atas nama rindu tangkai pada kelopak kemekaran
Saat kemarau telah lama menanam derita di telapak tangan
Terlalu lama, sayang
Seperti kita nantikan pertemuan di tikungan sana
Seperti kita nantikan waktu itu kan mengulangi cerita
Tia, kau bukanlah mentari
Karena kau terbit di seluruh penjuru
Mengisi kekosongan arah, mengisi kekosongan diri
Tia, kau bukanlah purnama
Karena kau tetap bercahaya walau kelam telah mengubur diri
Karena kau tak akan pernah mati di hati ini
Ramai yang sunyi, 0001 0001
0 comments:
Post a Comment